NARATIVE.ID, MALANG — Siapa sangka, jembatan berwarna-warni yang menyambut perjalanan wisatawan menuju pantai selatan Kabupaten Malang ternyata memiliki nama lama yang terdengar menyeramkan: Jurang Mayit.
Kini, kawasan di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, itu dikenal sebagai Jembatan Pelangi. Warna-warni konstruksinya berpadu dengan panorama perbukitan, menghadirkan pemandangan menarik di salah satu jalur menuju Pantai Balekambang.
Dari Nama Menyeramkan Menjadi PelangiSebelum dikenal sebagai Jembatan Pelangi, kawasan tersebut lekat dengan sebutan Jurang Mayit atau Jurang Klampok. Jalur lamanya dikenal memiliki medan curam dan terjal, sehingga perjalanan menuju kawasan pesisir membutuhkan kewaspadaan.
Pada 2021, Pemerintah Kabupaten Malang memperkenalkan nama Jembatan Pelangi untuk menggantikan kesan menyeramkan yang melekat pada nama sebelumnya.
Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang saat itu, Suwignyo, menjelaskan bahwa gagasan penamaan tersebut berasal dari Bupati Malang.
Kerangka dan pagar jembatan kemudian diberi warna-warni menyerupai pelangi, menjadikannya berbeda dari jembatan jalan raya pada umumnya.
Jembatan tersebut diresmikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 7 April 2022.
Cerita Lama di Balik Jurang MayitNama Jurang Mayit menyimpan cerita yang berkembang di masyarakat. Kawasan jalan lama tersebut pernah dikaitkan dengan kecelakaan lalu lintas dan kisah-kisah mistis.
Terlepas dari cerita tersebut, perubahan nama menjadi Jembatan Pelangi menghadirkan identitas baru bagi kawasan Srigonco.
Dari tempat yang dahulu dikenal melalui nama menyeramkan, kawasan ini kini diperkenalkan melalui warna jembatan dan panorama alamnya.
Narative Travel: Keindahan Sebelum Tiba di PantaiPerjalanan menuju Pantai Balekambang tidak hanya menawarkan tujuan akhir berupa hamparan pasir dan laut.
Di sepanjang jalur Malang Selatan, wisatawan juga dapat menjumpai perbukitan, suasana pedesaan, dan Jembatan Pelangi yang menjadi salah satu penanda perjalanan.
Warna konstruksi jembatan memberikan kontras terhadap lanskap perbukitan. Perpaduan tersebut menjadi daya tarik visual yang dapat dinikmati pengguna jalan tanpa harus berhenti di badan jembatan.
Sekolah Rakyat, Wajah Baru SrigoncoKawasan sekitar Jembatan Pelangi juga menjadi lokasi pengembangan Sekolah Rakyat, program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Pembangunan fasilitas pendidikan tersebut berada di Desa Srigonco, tidak jauh dari jembatan. Kehadirannya menambah fungsi kawasan yang sebelumnya lebih dikenal sebagai jalur penghubung menuju destinasi wisata pantai.
Dengan demikian, Srigonco tidak hanya memiliki daya tarik wisata, tetapi juga menjadi lokasi pengembangan fasilitas pendidikan.
Menjaga Pesona Malang SelatanPerubahan dari Jurang Mayit menjadi Jembatan Pelangi menunjukkan bagaimana sebuah infrastruktur dapat memperoleh identitas baru melalui penataan dan penamaan.
Namun, daya tarik tersebut tetap membutuhkan perhatian terhadap keselamatan lalu lintas, kebersihan lingkungan, dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Melalui Narative Travel, perjalanan menuju Malang Selatan mengajak pembaca menemukan bahwa cerita menarik tidak selalu berada di tempat tujuan.
Kadang, justru di tengah perjalanan, sebuah jembatan menyimpan kisah tentang perubahan wajah suatu kawasan—dari nama yang menyeramkan menjadi warna-warni yang menyambut wisatawan.


▶
▶
▶
▶
▶
▶
▶



NARATIVE.ID · Pendidikan
Narative.id Jawa Timur · Ekonomi & Usaha
Narative.id Lumajang · Warga & Sosial
Narative.id Jawa Timur · Wisata, Kuliner & Budaya
Narative.id Tegal · Wisata, Kuliner & Budaya
NARATIVE.ID · Lingkungan & Bencana
NARATIVE.ID · Wisata, Kuliner & Budaya
NARATIVE.ID · Teknologi & Kreatif

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR