Narative.id Malang · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Wisata, Kuliner & Budaya

Wisata Paralayang Makin Ramai, Warga Sumberoto Mulai Rasakan Dampak Ekonomi

Wisata paralayang di Desa Sumberoto terus berkembang dan mendorong aktivitas ekonomi warga. Pemerintah desa menargetkan peningkatan kunjungan, sekaligus mengembangkan camping, glamping, konservasi penyu dan atraksi lainnya. Namun, pelebaran serta perbaikan akses jalan masih menjadi tantangan utama.
Aksi terjun payung melintas di atas hamparan laut Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.
Aksi terjun payung melintas di atas hamparan laut Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. · Foto: Dok Kepala Desa
NARATIVE.ID Malang, – Wisata paralayang di Desa Sumberoto menunjukkan perkembangan cukup pesat. Peningkatan kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun mulai memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Kepala Desa Sumberoto Budi Utomo, SE., MM. mengatakan, paralayang menjadi salah satu daya tarik utama wisata di wilayahnya. Jumlah kunjungan juga terus mengalami peningkatan, dengan target mencapai 72 ribu wisatawan pada 2025.

Menurut Budi, kunjungan wisatawan paling ramai terjadi saat akhir pekan, terutama malam Sabtu hingga Minggu.

“Perkembangan wisata paralayang di Desa Sumberoto sangat signifikan dari tahun ke tahun,” ujar Budi Utomo, Kamis (8/10/2026).

Pengembangan wisata tidak hanya mengandalkan aktivitas paralayang. Sejumlah atraksi lain mulai dikembangkan, di antaranya tunnel garam, konservasi penyu, glamping dan camping.

Aktivitas camping di kawasan Paralayang Pantai Modangan disebut sedang diminati wisatawan. Kondisi tersebut turut membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Dampak ekonomi mulai terlihat dari perubahan aktivitas warga. Sebagian masyarakat yang sebelumnya bekerja sebagai buruh tani kini memanfaatkan ramainya wisata dengan menjadi pengemudi ojek maupun membuka warung kuliner.

Kesempatan kerja juga terbuka bagi pemuda setempat, termasuk sebagai petugas parkir dan penjaga loket.

Meski kunjungan wisata terus berkembang, infrastruktur masih menjadi tantangan. Jalan dari Donomulyo menuju lokasi paralayang dinilai sudah cukup baik, tetapi masih membutuhkan pelebaran agar bus besar dapat masuk.

Selain itu, jalur dari kawasan take off menuju landing paralayang hingga arah pantai juga masih membutuhkan perbaikan dan pelebaran.

Kondisi angin menjadi faktor lain yang memengaruhi aktivitas paralayang. Ketika kondisi angin tidak memungkinkan untuk terbang, wisatawan dapat menikmati atraksi lain, terutama kawasan pantai dan aktivitas camping.

Budi berharap pengembangan wisata terus dilakukan melalui inovasi dan kreativitas. Peningkatan sarana dan prasarana dinilai penting agar potensi wisata dapat berkembang sekaligus memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Ia juga berharap Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat ikut mengembangkan usaha yang berkaitan dengan pariwisata.

Dengan semakin berkembangnya destinasi wisata, pertumbuhan kunjungan diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik kawasan, tetapi juga memperluas sumber pendapatan masyarakat pesisir.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
#Jelajah Malang#Kota Bergerak
PRAYITNO
PRAYITNO
Reporter / Redaksi Narative.id Malang

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT