Narative.id Malang · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Kesehatan & Lingkungan

Pemkab Malang Dorong Program Sampah Bersama AEPW Tak Berhenti Jadi Pilot Project

Pemkab Malang mendorong program pengelolaan sampah bersama AEPW tidak berhenti sebagai pilot project, tetapi dikembangkan menjadi sistem berkelanjutan yang melibatkan masyarakat dan lintas sektor.
Bupati Malang M. Sanusi bersama pihak AEPW membahas keberlanjutan program pengelolaan sampah di Kabupaten Malang, Senin (5/10/2026) malam.
Bupati Malang M. Sanusi bersama pihak AEPW membahas keberlanjutan program pengelolaan sampah di Kabupaten Malang, Senin (5/10/2026) malam. · Foto: Prokopim Kabupaten Malang/Narative ID
NARATIVE.ID, Malang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mendorong program pengelolaan sampah bersama Alliance to End Plastic Waste (AEPW) tidak berhenti sebagai proyek percontohan. Program tersebut diharapkan berkembang menjadi sistem pengelolaan sampah berkelanjutan yang bisa diterapkan lebih luas.

Hal itu disampaikan Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. saat bertemu dengan AEPW di Melati Resto, Hotel Tugu Malang, Senin (5/10/2026) malam.

Sanusi menilai keberlanjutan program menjadi hal penting agar upaya penanganan sampah tidak berhenti pada tahap edukasi maupun pelaksanaan pilot project. Menurutnya, perlu ada sistem pengembangan yang jelas dengan dukungan kemitraan dan lintas sektor.

"Harapan kami program ini tidak terlalu lama dalam prosesnya. Penyelesaian persoalan sampah harus terus didorong agar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," ujar Sanusi.

Saat ini, implementasi program disebut telah menjangkau sekitar 6.000 RT di 12 desa. Masyarakat mulai mendapatkan edukasi sekaligus dilibatkan dalam pemilahan sampah dari sumbernya.

Pelibatan warga dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah. Sebab, pemilahan dari rumah tangga menjadi salah satu tahapan awal agar sampah dapat dikelola secara lebih terarah.

Ditarget Berlanjut hingga 2027-2028
Sanusi berharap pilot project bersama AEPW dapat terus berjalan hingga akhir 2027 atau 2028. Jika pelaksanaannya berhasil, program tersebut diharapkan menjadi model yang bisa menarik pihak lain untuk ikut mengembangkan pengelolaan sampah di Kabupaten Malang.

"Ini merupakan pilot project. Kalau bisa berjalan dengan baik, tentu akan menjadi contoh dan menarik minat berbagai pihak untuk ikut mengembangkan program serupa di Kabupaten Malang," jelasnya.

Program tersebut juga telah mendapat perhatian dari sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum. Kabupaten Malang dinilai memiliki peluang menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Namun, keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada keterlibatan masyarakat. Pemkab Malang juga menekankan perlunya kesiapan sarana dan prasarana, termasuk ketersediaan lahan yang mendukung proses transportasi dan pengelolaan sampah.

Pemkab Pastikan Dukungan
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M.Si. menegaskan Pemkab Malang memberikan dukungan penuh terhadap implementasi program bersama AEPW.

"Pemkab Malang mendukung sepenuhnya program ini. Harapannya, program dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ungkap Budiar.

Pemkab Malang berharap keberhasilan tahap awal program tersebut dapat menjadi pemantik bagi daerah lain untuk ikut mengembangkan sistem pengelolaan sampah sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan mitra strategis diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah dalam jangka pendek, tetapi membangun sistem pengelolaan yang mampu berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
PRAYITNO
PRAYITNO
Reporter / Redaksi Narative.id Malang

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT