Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, MM hadir bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi, Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Malang.
Dalam kesempatan tersebut, Sanusi menyampaikan penghormatan kepada para korban sekaligus doa untuk keluarga yang ditinggalkan.
"Semoga tidak ada satu pun keluarga yang merasa berjalan sendirian dalam menjalani hari-hari setelah kehilangan," kata Sanusi.
Munajat bersama itu menjadi momentum untuk mengenang para korban sekaligus mengambil hikmah dari tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan. Sanusi mengajak masyarakat menjadikan peristiwa tersebut sebagai pengingat pentingnya keselamatan dan kemanusiaan.
"Marilah bersama-sama menundukkan kepala dan membuka hati. Kita kirimkan doa terbaik bagi saudara-saudara kita yang telah berpulang," ujarnya.
Ia juga mendoakan agar para korban mendapat ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Sementara keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta keteguhan hati.
Menurut Sanusi, doa bersama bukan sekadar kegiatan mengenang, tetapi juga menjadi ikhtiar batin untuk membangun kesadaran bersama agar tragedi serupa tidak terulang.
"Dari Bumi Kanjuruhan ini, mari kita teguhkan kembali semangat untuk membangun Malang Raya sebagai daerah yang menjunjung tinggi kemanusiaan, persaudaraan, ketertiban, keselamatan, dan rasa saling menghormati," tuturnya.
Sanusi menekankan, olahraga dan berbagai kegiatan yang mempertemukan masyarakat seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan.
"Sepak bola, olahraga, maupun kegiatan apa pun yang mempertemukan masyarakat, hendaknya senantiasa menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya. Karena pada akhirnya, di atas segala perbedaan, kita adalah satu keluarga besar yang harus saling menjaga," jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat Kabupaten Malang dan Malang Raya menjadikan momentum haul sebagai pengingat bahwa keselamatan dan kemanusiaan harus ditempatkan sebagai prioritas.
"Semoga doa yang kita panjatkan malam ini menjadi jalan turunnya rahmat, keberkahan, dan maghfirah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala bagi para korban, keluarga yang ditinggalkan, masyarakat Malang Raya, serta seluruh bangsa Indonesia," pungkas Sanusi.
Kegiatan tersebut ditutup dengan doa bersama dan penghormatan kepada para korban tragedi Kanjuruhan.
(Prokopim/Pril)


▶
▶
▶






Narative.id Pemalang · Kebijakan & Politik
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Ekonomi & Usaha
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Pendidikan

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR