Narative.id Malang · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Lingkungan & Bencana

Karhutla Gunung Arjuno Meluas ke Malang dan Batu, 16 Titik Api Masih Terdeteksi

Karhutla Gunung Arjuno meluas ke Kabupaten Malang dan Kota Batu. Sebanyak 16 titik panas terpantau, sementara tim gabungan berjibaku memadamkan api dan mengupayakan dukungan helikopter water bombing.
Tim gabungan melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno yang meluas ke Kabupaten Malang dan Kota Batu. Sebanyak 16 titik panas masih terpantau per 22 Oktober 2026.
Tim gabungan melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno yang meluas ke Kabupaten Malang dan Kota Batu. Sebanyak 16 titik panas masih terpantau per 22 Oktober 2026. · Foto: Dok. Istimewa / Narative.id
NARATIVE.ID Malang, – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno terus menjadi perhatian setelah api yang bermula dari wilayah Pasuruan merembet ke Kabupaten Malang dan Kota Batu. Hingga Kamis (22/10/2026), sebanyak 16 titik panas (hotspot) masih terpantau di dua wilayah tersebut.

Kondisi ini membuat upaya pemadaman menghadapi tantangan tersendiri, terutama karena medan pegunungan yang sulit dijangkau serta keterbatasan personel di lapangan.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, merinci 16 titik panas tersebut tersebar merata. Sebanyak delapan titik berada di Kabupaten Malang dan delapan titik lainnya di Kota Batu.

“Mulai pagi tadi sudah kita berangkatkan, kita menyimulasikan tim kita untuk bisa naik karena kita tenaga terbatas. Harus kita simulasi berapa yang kita berangkatkan dan berapa yang harus istirahat, ini yang penting,” ujar Jumadi kepada Narative.id, Jumat (23/10/2026).

Menurut Jumadi, pengaturan personel menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran. Tim harus membagi tenaga antara petugas yang melakukan pemadaman dan personel yang beristirahat agar operasi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Tim gabungan yang diterjunkan terdiri dari Polisi Kehutanan (Polhut), UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur TNI-Polri. Mereka berupaya menjangkau titik-titik kebakaran dan melakukan pemadaman melalui jalur darat.

Namun, kondisi geografis kawasan Gunung Arjuno menjadi salah satu kendala dalam menjangkau seluruh titik api. Karena itu, pemadaman melalui jalur darat perlu didukung strategi lain untuk mempercepat penanganan, terutama pada area yang sulit diakses petugas.

Pemadaman Udara Masih Diupayakan
Selain mengandalkan tim darat, Dinas Kehutanan Jawa Timur terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengupayakan dukungan helikopter water bombing atau pemadaman melalui penjatuhan air dari udara.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pembasahan kawasan yang terbakar, khususnya di puncak-puncak pegunungan yang sulit dijangkau petugas.

Jumadi menjelaskan, ketersediaan helikopter untuk operasi pemadaman masih menjadi tantangan karena armada juga dibutuhkan untuk menangani karhutla di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Dengan kondisi tersebut, upaya pemadaman di Gunung Arjuno masih bertumpu pada kerja tim gabungan di lapangan sembari menunggu perkembangan koordinasi dukungan udara.

Sebaran 16 titik panas di Kabupaten Malang dan Kota Batu menjadi perhatian karena kebakaran telah melintasi wilayah administratif. Penanganan karhutla pun membutuhkan koordinasi lintas wilayah agar titik-titik api dapat ditangani secara terarah.

Hingga informasi ini disusun, belum ada keterangan mengenai total luas lahan yang terbakar di wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu maupun kepastian waktu pengerahan helikopter water bombing.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
#Jelajah Malang#Warga
Prayitno
Prayitno
Reporter / Redaksi Narative.id Malang

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT