Narative.id Malang · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Lingkungan & Bencana

Dua Bencana Terjang Kabupaten Malang, 35 Rumah Warga Terdampak Longsor dan Angin Kencang

Dua bencana alam berupa tanah longsor di Tirtoyudo dan angin kencang di Singosari menerjang Kabupaten Malang. Sedikitnya 35 rumah warga dan satu fasilitas umum terdampak dalam dua hari terakhir.
Material tanah longsor menerjang kawasan permukiman warga di Kecamatan Tirtoyudo,
Material tanah longsor menerjang kawasan permukiman warga di Kecamatan Tirtoyudo, · Foto: ( Dokumentasi BPBD Kabupaten Malang)

NARATIVE.ID Malang, – Ancaman bencana hidrometeorologi mulai berdampak pada sejumlah wilayah Kabupaten Malang. Dalam dua hari terakhir, tanah longsor dan angin kencang dilaporkan menerjang Kecamatan Tirtoyudo dan Singosari. Sedikitnya 35 rumah warga terdampak, sementara satu fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan.

Dampak bencana tersebut tidak hanya menyasar bangunan tempat tinggal, tetapi juga mengganggu kondisi lingkungan permukiman hingga akses penghubung antarwilayah.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, tanah longsor terjadi di Desa Tirtoyudo dan Desa Gandungsari, Kecamatan Tirtoyudo, pada Sabtu (31/10/2026). Peristiwa itu dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak dini hari.

Pusdalops BPBD Kabupaten Malang menyebut, longsor terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, laporan mengenai dampak kejadian baru diterima petugas pada malam hari.

"Pada Sabtu, 31 Oktober 2026, sekitar dini hari, terpantau terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Tirtoyudo. Pada pukul sekitar 05.00 WIB terjadi tanah longsor. Dampak pascakejadian baru dilaporkan petugas pada malam hari," demikian keterangan Pusdalops BPBD Kabupaten Malang yang diterima Minggu (1/11/2026).

Longsor tersebut berdampak pada sedikitnya 21 rumah warga yang tersebar di lima dusun Desa Tirtoyudo. Kawasan Dusun Sidodadi dan Dusun Krajan menjadi wilayah dengan laporan dampak terbanyak.

Selain material tanah yang menerjang kawasan permukiman, sejumlah titik juga mengalami amblesan, terutama pada bagian bahu jalan. Aliran air hujan bercampur lumpur dari tebing turut masuk ke sejumlah kawasan tempat tinggal warga.

Dampak lainnya terlihat pada akses jalan utama yang menghubungkan Desa Tlogosari, Desa Gandungsari, dan Desa Tirtoyudo. Sejumlah ruas jalan terdampak aliran air bercampur material tanah sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.

Informasi awal kejadian diterima setelah warga melihat adanya titik longsor di kawasan tebing dan bahu jalan. Perangkat desa kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan sebelum penanganan dikoordinasikan bersama Muspika Tirtoyudo.

Sementara itu, bencana angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Singosari. Peristiwa tersebut mengakibatkan 14 rumah warga dan satu fasilitas umum mengalami kerusakan.

Rentetan kejadian di dua kecamatan ini menjadi perhatian terhadap potensi dampak cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Malang. Kerusakan rumah, kondisi akses jalan, hingga ancaman longsor susulan menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian dalam penanganan pascabencana.

BPBD bersama unsur pemerintah wilayah diharapkan terus melakukan pendataan, pemantauan lokasi terdampak, serta memastikan kebutuhan warga yang rumahnya mengalami kerusakan dapat tertangani.

(bin/her)

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
ADVERTISEMENTpromo aplikasi inline berita
#Jelajah Malang#Warga
Prayitno
Prayitno
Reporter / Redaksi Narative.id Malang

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT