Narative.id Malang · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Kebijakan & Politik

Menteri PU Dalami Dugaan Anak Wamen Jelekkan Prabowo, Sanksi Menanti Jika Terbukti

Menteri PU Dody Hanggodo akan mendalami dugaan unggahan negatif terhadap Presiden Prabowo yang menyeret putra Wamen PU. Sanksi akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti.
Menteri PU Dody Hanggodo saat memberikan keterangan terkait dugaan pelanggaran ASN di lingkungan Kementerian PU.
Menteri PU Dody Hanggodo saat memberikan keterangan terkait dugaan pelanggaran ASN di lingkungan Kementerian PU. · Foto: ( Istimewa)

NARATIVE.ID Malang – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan mendalami dugaan pelanggaran etik yang menyeret Gusti Eka Damarwana, putra Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti. ASN di lingkungan Kementerian PU tersebut diduga mengunggah pernyataan bernada negatif terhadap Presiden Prabowo Subianto melalui media sosial.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pihaknya tidak akan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang sebatas viral di media sosial. Pemeriksaan internal akan dilakukan untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut sebelum menentukan langkah penindakan.

Dody menyampaikan hal itu saat ditemui usai membuka Seminar Nasional Bendungan Besar 2026 di Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jumat (6/11/2026).

"Kalau memang benar itu yang terjadi seperti itu, saya mesti ngecek, apa benar seperti itu," kata Dody.

Menurut Dody, informasi yang beredar melalui platform Threads belum cukup menjadi dasar untuk menjatuhkan sanksi kepada seorang ASN. Kementerian PU perlu menggali fakta secara menyeluruh, termasuk memastikan keaslian informasi dan konteks unggahan yang dipersoalkan.

"Nanti kita lihat dulu, kan enggak bisa kemudian semena-mena berdasarkan informasi dari Threads. Mesti kita gali dulu lebih dalam. Apakah memang seperti itu," tegasnya.

Dody memastikan, apabila dugaan tersebut terbukti, Kementerian PU akan menjalankan mekanisme penanganan sesuai ketentuan yang berlaku bagi ASN. Penanganan juga dapat melibatkan instansi lain, termasuk aparat penegak hukum, apabila ditemukan indikasi pelanggaran yang masuk ranah pidana.

"Kalau benar ya, pasti ada beberapa standar yang mesti kita kerjakan di internal. Maupun nanti kita kalau memang itu melibatkan instansi lebih luas. Misalnya aparat penegak hukum, misalnya, ya. Karena saya juga belum tahu kasus utuhnya seperti apa," jelasnya.

Ia menekankan, penegakan disiplin ASN harus berlandaskan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Status seseorang maupun derasnya tekanan publik tidak boleh menggantikan proses pemeriksaan yang objektif.

"Sebagai aparatur sipil negara adalah semua itu tidak berdasarkan katanya. Tapi benar-benar ada hitam di atas putihnya, baru kemudian kita melihat, seperti apa? Sanksinya seperti apa?" pungkas Dody.

Dody mengaku baru mengetahui persoalan tersebut setelah mendapat pertanyaan dari awak media. Ia juga menyebut sudah puluhan tahun tidak aktif menggunakan media sosial.

Sebelumnya, dugaan tersebut mencuat setelah akun Threads @lutfiahmadhuda mengunggah tangkapan layar yang diklaim berasal dari akun milik Gusti Eka Damarwana. Unggahan itu disebut memuat tagar anti-Prabowo.

Persoalan tersebut turut memunculkan sorotan mengenai dugaan nepotisme, menyusul informasi bahwa dua putra Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti bekerja di instansi yang sama.

Namun, dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi. Hingga kini, berdasarkan keterangan Menteri PU, proses pendalaman internal menjadi langkah awal untuk memastikan fakta sebelum menentukan ada atau tidaknya pelanggaran.

Prinsipnya, persoalan ini bukan hanya menyangkut unggahan di media sosial, melainkan juga pentingnya transparansi, profesionalitas, dan konsistensi penegakan disiplin di lingkungan birokrasi pemerintahan.

(hni/bni)

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
ADVERTISEMENTpromo aplikasi inline berita
#Kampus
Prayitno
Prayitno
Reporter / Redaksi Narative.id Malang

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT