Kondisi ini menjadi perhatian karena BBM merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan.
Warga setempat, Agus, menuturkan bahwa ketersediaan BBM sangat dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan sehari-hari masyarakat.
“BBM merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, mulai dari petani, nelayan, hingga pedagang. Jika pasokan BBM langka, aktivitas dan perekonomian warga bisa terganggu karena bahan bakar dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan sehari-hari,” tutur Agus.
Kelangkaan BBM dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. SPBU di kawasan Sumakul, Kecamatan Pagak, misalnya, berhenti beroperasi sejak Rabu (15/10/2026) pagi karena belum menerima pasokan.
Sementara itu, SPBU 54.651.84 Sumakul di Desa Sumakul, Kecamatan Pagak, mengalami kekosongan Pertamax 92 selama tiga hari berturut-turut. Warga pun harus mengantre panjang untuk mendapatkan BBM yang masih tersedia.
Manajer SPBU Sumakul, Lilis Wulandari, sebelumnya menyampaikan bahwa kekosongan Pertamax 92 terjadi karena belum adanya pengiriman armada tangki.
Untuk Pertalite, pengelola memberlakukan pembatasan pembelian maksimal Rp50 ribu bagi kendaraan roda dua dan Rp200 ribu bagi kendaraan roda empat. Pasokan Pertalite di SPBU tersebut juga disebut dibatasi sebanyak 8.000 liter per hari.
Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengakui adanya penyesuaian pola distribusi BBM di wilayah kerjanya.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyebut penyesuaian tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang.
“Ada penyesuaian pola distribusi. Di antaranya fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang,” ujar Ahad.
Menurutnya, penyesuaian distribusi tidak hanya terjadi di Malang, tetapi mencakup wilayah kerja Regional Jatimbalinus yang meliputi Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.
Ahad juga menjelaskan bahwa penyesuaian sementara dilakukan di beberapa wilayah karena perubahan moda transportasi.
“Ada penyesuaian sementara di beberapa wilayah karena perubahan moda transportasi,” ungkapnya.
Kondisi ini membuat kepastian pasokan BBM menjadi penting bagi masyarakat. Selain memastikan kebutuhan bahan bakar terpenuhi, kelancaran distribusi juga diperlukan agar aktivitas ekonomi warga tidak terus terganggu.
Hingga berita ini disusun, penyebab spesifik kekosongan stok di masing-masing SPBU, jadwal pengiriman berikutnya, serta target normalisasi pasokan masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada Pertamina Patra Niaga.


▶
▶
▶
▶
▶
▶






Narative.id Pemalang · Kebijakan & Politik
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Pendidikan

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR