Narative.id Malang · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Ekonomi & Usaha

Keripik UMKM Kota Batu Tembus Singapura, Ekspor 6 Ton Bernilai Rp 370 Juta

UMKM Kota Batu mengekspor 6 ton keripik buah dan sayur ke Singapura senilai Rp 370 juta. Tantangan berikutnya adalah menjaga pasokan, kualitas, dan kontrak ekspor berkelanjutan.
Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto saat pelepasan ekspor keripik buah dan sayur produksi PT Arjuna Triple Nine ke Singapura.
Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto saat pelepasan ekspor keripik buah dan sayur produksi PT Arjuna Triple Nine ke Singapura. · Foto: Pemkot Batu / Dokumentasi Humas Pemkot Batu
NARATIVE.ID, Batu– Produk olahan pangan asal Kota Batu mulai memperkuat penetrasi pasar internasional. Keripik buah dan sayur produksi PT Arjuna Triple Nine di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, berhasil menembus pasar Singapura dengan pengiriman mencapai 6 ton senilai Rp 370 juta.

Ekspor tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal. Namun, keberlanjutan pasokan dan kepastian kontrak menjadi tantangan agar ekspor tidak berhenti pada pengiriman sesaat.

Pelepasan ekspor secara simbolis dilakukan Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto di Jalan Raya Dadaprejo, Senin (12/10/2026).

Produk dengan merek Smoll Delight itu menyasar pasar camilan sehat untuk anak-anak di Singapura. Dalam pengiriman kali ini, perusahaan memberangkatkan 6.000 kilogram keripik buah dan sayur dengan beragam varian.

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, produk UMKM setempat dinilai memiliki potensi untuk bersaing di pasar global. Menurut dia, dukungan pemerintah perlu diarahkan pada pembukaan akses pasar baru agar kualitas produk yang sudah dimiliki pelaku usaha dapat menghasilkan penjualan berkelanjutan.

“UMKM kita sudah punya kualitas, seperti material bahan, packaging yang bagus. Tinggal membukakan market baru bagi UMKM. Potensinya luar biasa,” kata Nurochman.

Pemkot Batu, lanjut dia, berencana membentuk forum UMKM ekspor. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus mendorong pelaku usaha lain mengikuti jejak perusahaan yang telah menembus pasar luar negeri.

Keberlanjutan Ekspor Jadi Tantangan
Nurochman menilai, potensi hortikultura Kota Batu perlu dihubungkan dengan pasar ekspor secara lebih terencana. Sebab, keberhasilan mengirim produk ke luar negeri belum cukup apabila tidak diikuti kemampuan memenuhi permintaan secara konsisten.

Menurut dia, sudah ada calon pembeli yang menunjukkan komitmen untuk menjalin kontrak jangka panjang. Karena itu, kesiapan produksi dan kesinambungan bahan baku menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar.

“MoU diusahakan agar ada ekspor terus-menerus, tidak hanya sekali. Sehingga menjadi rantai pasok, karena ketika tidak siap suplainya, akan diisi oleh agen lain,” ujarnya.

Persoalan pasokan menjadi perhatian karena pengembangan industri olahan pangan berkaitan langsung dengan ketersediaan bahan baku dari sektor pertanian. Jika permintaan ekspor meningkat, pelaku usaha perlu memastikan kapasitas produksi mampu mengikuti kebutuhan pembeli tanpa mengabaikan kualitas.

Apabila rantai pasok dapat dijaga, ekspor berpotensi membuka peluang ekonomi lebih luas, termasuk bagi petani pemasok buah dan sayur. Meski demikian, besarnya dampak terhadap pendapatan petani masih perlu dilihat dari keterlibatan mereka dalam rantai produksi dan pengadaan bahan baku.

UMKM Didorong Naik Kelas
Pemkot Batu menyatakan akan memperkuat pemasaran produk lokal melalui kerja sama dengan pelaku usaha swasta, pusat oleh-oleh, dan perguruan tinggi di Malang Raya.

Pelaku UMKM juga didorong memanfaatkan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Batu untuk memperoleh pendampingan terkait pengelolaan keuangan, legalitas usaha, proses produksi, hingga pemasaran konvensional dan digital.

Khusus produk pangan, pemenuhan perizinan dan standar keamanan sesuai jenis produk menjadi aspek penting untuk menjaga kepercayaan konsumen, terutama ketika produk dipasarkan ke luar negeri.

Keberhasilan PT Arjuna Triple Nine menembus Singapura menunjukkan adanya peluang bagi produk olahan hasil pertanian Kota Batu untuk memasuki pasar yang lebih luas. Tantangan berikutnya adalah memastikan ekspor berjalan rutin, kapasitas produksi terjaga, dan manfaat ekonominya turut dirasakan oleh pelaku UMKM serta petani lokal.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
#Kuliner Malang
PRAYITNO
PRAYITNO
Reporter / Redaksi Narative.id Malang

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT