Narative.id Malang · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Hukum & Keamanan

749 Prajurit Marinir Sandang Baret Ungu, Tempuh Lintas Medan hingga 350 Km

Sebanyak 749 prajurit Korps Marinir TNI AL resmi menyandang baret ungu setelah menuntaskan Pendidikan Komando (Dikko) di Pantai Baruna, Donomulyo, Kabupaten Malang, Senin (12/10/2026). Pendidikan selama sekitar dua bulan tersebut menguji ketahanan fisik dan mental prajurit, termasuk lintas medan sejauh 300–350 kilometer dari Banyuwangi menuju Malang Selatan.
Para prajurit Bintara dan Tamtama Korps Marinir mengikuti upacara pembaretan di Pantai Baruna, Kondang Iwak, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Senin (12/10/2026). Sebanyak 749 prajurit resmi menyandang baret ungu setelah menuntaskan Pendidikan Komando.
Para prajurit Bintara dan Tamtama Korps Marinir mengikuti upacara pembaretan di Pantai Baruna, Kondang Iwak, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Senin (12/10/2026). Sebanyak 749 prajurit resmi menyandang baret ungu setelah menuntaskan Pendidikan Komando. · Foto: Prayitno/Narative.id
NARATIVE.ID, Malang- Sebanyak 749 prajurit TNI Angkatan Laut resmi menyandang baret ungu Korps Marinir setelah menuntaskan Pendidikan Komando (Dikko). Puncak pendidikan tersebut ditandai dengan upacara pembaretan di Pantai Baruna, Kondang Iwak, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Senin (12/10/2026).

Ratusan prajurit tersebut terdiri dari 448 siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Angkatan XLVI Gelombang I dan 301 siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Angkatan XLVI Gelombang II Kejuruan Korps Marinir.

Puncak pendidikan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian latihan intensif yang menguji ketahanan fisik, mental, disiplin, dan kemampuan prajurit dalam menghadapi medan operasi.

Upacara dipimpin Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Endi Supardi. Hadir pula Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto bersama sejumlah pejabat utama Korps Marinir dan Kodiklatal.

Salah satu tantangan yang harus dituntaskan para siswa adalah lintas medan sejauh 300-350 kilometer dari Banyuwangi menuju Pantai Baruna, Malang Selatan. Perjalanan tersebut dilakukan dengan membawa perlengkapan tempur lengkap.

Sebelum mencapai tahap pembaretan, para siswa menjalani pendidikan selama kurang lebih dua bulan melalui lima tahapan, yakni Dasar Komando, Kelautan, Hutan Gunung, Perang Gerilya, dan Lawan Gerilya.

Dalam amanatnya, Endi menegaskan baret ungu bukan sekadar atribut seragam, melainkan simbol kehormatan sekaligus tanggung jawab sebagai prajurit Korps Marinir yang memiliki tugas sebagai pasukan pendarat amfibi TNI AL.

"Para prajurit harus senantiasa menjunjung tinggi disiplin, loyalitas, militansi, dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas," demikian penekanan dalam amanat Pangkormar.

Ia juga mengingatkan para prajurit agar berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, Trisila TNI Angkatan Laut, serta Enam Tuntunan Korps Marinir.

Dengan disematkannya baret ungu, 749 prajurit tersebut diharapkan mampu mengemban tugas secara profesional, menjaga integritas, dan menghadapi berbagai tantangan operasi.

Pembaretan ini sekaligus menjadi tahap penting dalam perjalanan para prajurit sebelum melanjutkan pengabdian di lingkungan Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
#Kota Bergerak
PRAYITNO
PRAYITNO
Reporter / Redaksi Narative.id Malang

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT